Pak Presiden, Saya Ingin Memintarkan Banyak Orang, Kenapa Negara Mempersulit?

Tulisan ini saya tujukan kepada kepala negara Republik Indonesia, Bapak Presiden Joko Widodo. Semoga Bapak berkenan menegur menteri KOMINFO yang sudah mengeluarkan kebijakan yang merepotkan saya dan pengguna internet yang lain. Jujur saja, saya memilih netral dengan kebijakan MENKOMINFO yang memblokir website yang berisi konten negatif seperti pornografi, perjudian, terorisme dan sebagainya. Namun ketika kebijakan ini diberlakukan untuk Vimeo, saya sangat keberatan.

Jujur saja akal saya tidak bisa menerima alasan blokir Vimeo karena ada konten negatif di dalamnya. Kalau kita bandingkan dengan YouTube, saya yakin konten negatif di YouTube lebih banyak dibanding Vimeo. Kalau YouTube dibiarkan, kenapa Vimeo harus diblokir?

Tentu saja saya tidak ingin YouTube ikut diblokir. Karena seperti Vimeo saya juga merasakan manfaat YouTube. Dan saya yakin pemerintah Indonesia tidak akan berani memblokir YouTube, karena akan diprotes banyak orang. Apa karena penggunanya tidak sebanyak YouTube, pemerintah ‘iseng’ memblokir Vimeo?

Saya bisa menerima kebijakan blokir untuk website yang memang tujuan awalnya dibuat untuk menyebarkan konten negatif seperti website-website yang kita kenal dengan istilah situs porno. Sedangkan tujuan awal Vimeo dibuat bukan untuk hal tersebut, sama seperti YouTube, Facebook, Twitter dan yang lain. Kalau ada yang menggunakannya untuk hal negatif, tentu bukan salah Vimeo.

Saya menggunakan  layanan berbayar dari Vimeo untuk menyimpan video-video pembelajaran dari kursus online yang saya publikasikan di website NetSchool.id ini. Saya memilih layanan berbayar Vimeo karena membutuhkan fitur domain level privacy. Perlu penjelasan teknis  apa kegunaan fitur ini. Tapi yang jelas fitur seperti ini tidak tersedia di YouTube.

Cukup banyak  website yang memanfaatkan layanan video hosting Vimeo untuk mempublikasikan konten-konten video pembelajaran. Diantaranya  WPBeginner.Com yang menyediakan video tutorial gratis yang bisa diakses di videos.wpbeginner.com. Juga website SitegGround.Com yang menyediakan video tutorial gratis yang bisa diakses di siteground.com/tutorials/joomla-video dan siteground.com/tutorials/wordpress/video.

Pihak  Vimeo sendiri membuat Video School yang berisi pelajaran tentang cara memproduksi konten video. Mulai dari pengetahuan tentang kamera, cara menggunakan software video editing serta pelajaran teknik-teknik pembuatan konten video yang lain. Sungguh sangat disayangkan kalau pengguna internet di Indonesia tidak bisa mengakses pengetahuan berharga tersebut.

Bagi saya pribadi kebijakan blokir website tidak terlalu berpengaruh. Dengan trik yang tidak terlalu rumit saya bisa membuka semua website yang diblokir. Saya terpaksa menulis panduan #UnBlockVimeo di blog pribadi saya agar pengguna website NetSchool.id bisa mengakses video-video pembelajaran yang sudah saya buat. Mohon maaf kalau  saya dianggap tidak mendukung kebijakan pemerintah, tapi saya tidak mengajarkan cara membuka blokir selain Vimeo.

Bapak Presiden yang saya hormati, menurut saya yang lebih penting saat ini bukan bagaimana memblokir konten negatif tapi bagaimana mendorong kreasi konten-konten positif. Dan sejauh yang saya tahu, saat ini belum ada kebijakan pemerintah yang mendukung hal tersebut. Bahkan sampai saat ini pemerintah Indonesia tidak serius mengatasi pembajakan yang membuat orang malas berkarya.

Tanpa menunggu dukungan pemerintah saya berusaha mendorong orang lain untuk berkarya, khususnya konten pembelajaran seperti yang saya buat. Saya menulis protes ini juga bukan hanya untuk memperjuangkan kepentingan saya sendiri. Tapi juga memperjuangkan pihak lain yang memerlukan platform alternatif untuk mempublikasikan video karyanya selain YouTube.

Perlu Bapak Presiden ketahui, model bisnis YouTube berbeda dengan Vimeo. YouTube menawarkan layanan video hosting gratisan, revenue utamanya dari iklan. Sedangkan Vimeo selain menawarkan layanan video hosting gratisan juga menawarkan layanan video hosting berbayar.  Memang Vimeo mendapat revenue dari iklan, tapi revenue utamanya dari layanan berbayar.

Platform YouTube diperuntukan bagi meraka yang berkarya mengandalkan pendapatan dari sharing revenue iklan. Sedangkan platform Vimeo cocok bagi meraka yang mengandalkan pendapatan dari penjualan karya mereka. Kita bisa menjual karya video kita melalui layanan Video On Demand yang disediakan Vimeo atau bisa juga membuat platform penjualan karya kita sendiri seperti yang saya lakukan dengan website NetSchool.id ini.

Saya akan terus mendorong orang lain untuk berkaya, dalam waktu dekat saya akan mempublikasikan kursus online gratis cara membuat video pembelajaran seperti yang saya buat. Bahkan saya juga akan membuat kursus online berbayar tentang cara membangun platform pembelajaran online seperti website NetSchool.id ini.

Saya tidak hanya sekedar berencana dan berwacana, saat ini saya sedang dalam proses membantu mengembangkan website InstitutPenulis.id. Sebuah website pembelajaran online khusus bidang penulisan dan penerbitan. Dirintis oleh orang yang punya pengalaman yang cukup di kedua bidang tersebut yaitu Bapak Bambang Trim.

Saya tidak masalah kalau makin banyak orang yang mengikut jejak saya mengajarkan pengetahuan dan keterampilan melaui  internet.  Justru saya merasa senang, karena selain akan memberikan banyak pilihan kepada konsumen, keberadaan kompetitor juga akan memacu saya untuk membuat karya yang lebih baik.

Usaha  yang sedang saya  rintis ini seharusnya didukung oleh pemerintah. Karena masyarakat jadi punya alternatif yang lebih murah untuk menambah pengetahuan dan keterampilannya. Itu berarti usaha saya bisa berdampak mengurangi pengangguran. Karena dengan punya banyak pengetahuan dan keterampilan, peluang untuk mendapat pekerjaan akan lebih besar. Setidaknya usaha ini mengurangi satu orang pengangguran yaitu saya sendiri…. heuheuheu…

Tapi saya tidak mau terlalu berharap dan menuntut pemerintah mendukung apa yang saya usahakan. Tuntutan saya sederhana, kalau pemerintah belum mau mendukung usaha rakyatnya tolong jangan merepotkan rakyat dengan kebijakan yang kurang tepat. Apalagi kalau kebijakannya tidak masuk akal dan terkesan ‘iseng’ mengada-ada.

Mohon Bapak Presiden memperhatikan keluhan rakyat kecil seperti saya ini. Kalau Bapak bisa memerintahkan pembatalan kebijakan KEMENHUB berkaitan dengan larangan ojek online, seharusnya Bapak juga bisa memerintahkan pembatalan kebijakan KEMENKOMINFO berkaitan dengan blokir Vimeo. Saya menunggu kebijaksanaan Bapak. Terima kasih.

sumber foto : tekno.liputan6.com

16 July 2016

0 responses on "Pak Presiden, Saya Ingin Memintarkan Banyak Orang, Kenapa Negara Mempersulit?"

Leave a Message

NetSchool.id merupakan website yang berfungsi sebagai platform pembelajaran online, sehingga proses pembelajaran bisa dilakukan dimana dan kapan saja.
Selain tersedia fitur utama untuk mempublikasikan konten multimedia pembelajaran, juga ada fitur untuk interaksi online antara pengajar dan murid.

 Perumahan Pakuan Regency
     Cluster Linggabuana H6 No. 8
     Dramaga, Bogor 16116
  0857 7573 1818
  netschoolid@gmail.com
top
Copyright @2016 netSchool.id